KRITERIA HIDUP SUKSES DI DUNIA MENURUT HINDU


Om Swastyastu

KRITERIA HIDUP SUKSES DI DUNIA
Menurut Wrehaspati Tattwa 33, hidup sukses di dunia ini disebut WAHYA SIDHI (Wahya artinya dunia dan Sidhi artinya sukses).

Ada 4 (empat) kriteria orang bisa disebut hidup sukses di dunia yang disebut CATUR SIDHI yaitu:

(1). IJYA
Artinya memiliki sradha dan  bhakti yang sangat kuat.
Keyakinan dan rasa bhaktinya kepada Tuhan sudah sangat dalam. Tuhan sudah sangat diyakini sebagai sutradara agung dalam hidupnya.

Kalau dia mendapat keberuntungan sangat diyakini bahwa hal itu adalah sebagai ANUGRAH dan KARUNIA Tuhan. Tidak semata-mata karena kehebatan dirinya.

Demikian juga kalau dia ketiban nasib buntung dan sial,  dia tidak serta merta menyalahkan siapa-siapa. Tetapi dia menyakini Tuhan belum melindungi karena diyakini bahwa entah kapan dia pernah berbuat KARMA BURUK (DOSA), sehingga dengan tertimpa nasib buntung dan sial itu diyakini sebagai proses penyucian atas karma adharma yang mungkin pernah dia perbuat pada penjelmaan terdahulu maupun pada kehidupan sekarang.

Ketiban nasib sial dan buntung itu diyakini sebagai  penebusan dosa yang mungkin belum pernah dilakukan.

Dalam Slokantara 81 menyatakan, orang yang menyayangi kita dan membenci kita, keduanya adalah kawan. Orang yang menyayanginya akan dianggap sebagai motivator untuk terus berbuat yang benar dan baik.
Sedangkan orang lain yang membenci kita, maka orang itu akan  mengambil dosa-dosa kita yang pernah kita perbuat.

Kalau tidak pernah berbuat salah, diyakini bahwa Tuhan akan melindungi kita.

Dengan  kuatnya sradha dan bhakti, maka orang ini akan merasa tenang menghadapi orang lain  apakah orang itu menyayanginya atau memusuhinya.

(2).WIDYA DHARMA
Artinya sangat sungguh-sungguh belajar mencari ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan spiritual maupun ilmu pengetahuan duniawi.

Pustaka Upanisad 1.1.4-5 menyatakan ada dua ilmu yang diciptakan Tuhan yaitu Para Widya (ilmu kerohanian) dan Apara Widya (ilmu keduniaan).

Sarasmucaya 236 menyatakan Adyatmika Widya (ilmu kerohanian) dan Lokaika Widya (ilmu tentang kehidupan di dunia), keduanya harus didalami karena kedua ilmu tersebut bersumber dari Weda.

Dalam Lontar Negara Kertagama dinyatakan Jnyana Wisesa Sudha artinya oranglah  yang menguasai ilmu pengetahuan suci (Jnyana), dan jangan dibalik yaitu orang yang dikuasai oleh ilmu.

Dewasa ini banyak orang dikuasai oleh ilmu apalagi ada kecendrungan dewasa ini, kalau orang mendapatkan gelar formal (baik proses mencari ilmunya benar atau tidak benar) ada kecendrungan "Arogan, Nyapo Kadi Aku,dan Glamor".

(3). TARKA JNYANA (ILMU TERAPAN)
 Maksudnya, terapkan ilmu yang didapatkan dalam proses Widya Dhyayana itu untuk tujuan suci. Dengan ilmu akan mampu memecahkan masalah. Analisislah permasalahan yang dihadapi dengan ilmu.

Dalam Bhagawad Gita IV.33 menyatakan: Sarvam karmakhilam jnya nena parisamapyate.
Arti: Semua pekerjaan kalau dikerjakan dengan ilmu pengetahuan (Jnyana) pasti berhasil.

Rsi Patanjali mengajarkan cara menganalisis masalah dengan ilmu, yang prosesnya yaitu:
¶Tarka yaitu adakan diskusi atau perdebatan.

 ¶Nirvirarka yaitu renungkan dengan tenang dan baik hasil diskusi itu.

¶ Savicara yaitu analisis kembali hasil renungan itu dengan merumuskan beberapa alternatif pemecahannya barulah direnungkan dalam-dalam dan baik-baik lebih kurangnya setiap alternatif yang akan ditempuh.

¶ Samanta artinya menetapkan sikap untuk menetapkan satu keputusan yang diambil dari sekian alternatif yang sudah dirumuskan.

Apabila langkah yang akan ditetapkan itu terlebih dahulu dianalisis secara mandalam dengan pikiran cerdas menggunakan ilmu pengetahuan dasar maupun ilmu terapan diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang sangat baik.

(4). DHANA
Artinya, hasil pengamalan ilmu pengetahuan, baik hasil berupa materi maupun yang bukan materi. Kalau dewasa ini banyak sekali ilmuwan dalam segala bidang, tetapi tidak mampu memecahkan masalah, baik meningkatakan kesejahteraan ekonomi maupun memecahkan masalah nonfisik, artinya ilmuwan itu masih dikuasai ilmu.

Tetapi, kalau sudah masyarakat saling memberi atas hasil pengamalan ilmunya, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri, itulah puncak hidup sukses atau WAHYA SIDHI.

Tetapi, kalau masih saling menyombongkan diri itu belum sukses namanya.


  • Om Santih, Santih, Santih Om

0 Response to "KRITERIA HIDUP SUKSES DI DUNIA MENURUT HINDU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel