Menunggu Seseorang Yang Tepat

Siang hari udara di kota sangat teramat panas lalu lalang orang yang mencari nafkah untuk keluarga dan ada juga yang lagi pacaran di pinggir jalan dengan duduk dibawah pohon. Emang dari dulu tempat ini banyak orang yang berhenti melepas penat panasnya kota ini, sama halnya dengan Sukma yang duduk di bangku panjang yang sudah ada sejak dulu. Sambil minum es teh Sukma melihat betapa kejam nya kehidupan disini harus sibuk biar pulang bisa mendapatkan uang. Sukma membayangkan kalau setelah di wisuda dia akan seperti bekerja keras untuk menghidupi keluarga.

Tak terasa Sudah sore Sukma keadilan duduk dibawah pohon ini. Langsung saja Sukma bergegas berjalan kaki menuju tempat tinggalnya yang tidak dari taman kota, langit pada sore ini terlihat memukau dan Sukma memperlambat langkah nya dan sesekali berhenti untuk merekam senja yang terhalang gendung tinggi, walaupun tak seutuhnya terlihat tapi Sukma selalu bersyukur ada senja yang merona di langit angkasa maklum kesibukannya di kampus membuatnya jarang untuk berlibur apalagi bisa melihat senja diatas ketinggian atau di pantai, itu yang Sukma pengen lakukan tapi terbentur dengan padatnya jadwal kuliah dan menumpuknya tugas dia mengurungkan niat untuk tidak masuk kuliah hanya untuk berlibur ke suatu tempat. 

Samapi di kosan dimana badan yang sudah bau aktivitas hari ini cukup membuat Sukma mengeluarkan keringat berlebih tadi pas di kampus Sukma membantu seorang perempuan yang motornya mogok Sukma mencoba memperbaiki sendiri tetapi tak kunjung berhasil, 
Ya harus di bawa ke bengkel nih, gua gak sanggup “ujar Sukma pada perempuan yang bernama Dinda” 
Oh gitu ya tapi aku gak tahu bengkel deket kampus ini dimana? 
Tenang aja gua tahu kok. Yaudah ayo bawa motornya ke bengkel.
Dorong ya motor ku hehe “ujar Dinda sambil tersenyum senyum

Malam ini suasana kosan sangat sepi penghuni kost pada jalan dengan pasangannya malam ini kan malam minggu “ujar Sukma sembari menikmati kopi yang dia buat sehabis mandi. Sukma adalah satu satunya penghuni kosan yang masih jomblo jadi dia terbiasa kalau malam hari hanya duduk di teras kosan menikmati kesunyian, tapi tak jarang Sukma sering keluar hanya untuk berkeliling kota mengendarai motor untuk mengusir rasa suntuk di kosan dan menikmati makanan yang ada di sepanjang jalan Pattimura.
Dari tadi Sukma melamun di depan teras kosan, memikirkan kejadian tadi siang membantu perempuan cantik bernama Dinda. Sukma jarang melihat perempuan itu di kampus dan tadi  lupa untuk menanyakan udah semster berapa andai saja aku tadi tukeran nomer dengan Dinda sekerang pasti sedang asik chattingan dengan dia, gak melamun beginian mana banyak nyamuk lagi.

Hari ini Sukma semangat untuk berangkat ke kampus padahal jam 8 pagi dia gak ada jam kuliah tapi Sukma mau berangkat sambil mencari Dinda siapa tau aku bisa ketemu dengan Dinda.
Angkot yang sudah penuh sesak oleh penumpang membuat Sukma tidak nyaman ya ini namanya transportasi umum yang murah pasti banyak penggunanya. Dalam perjalanan Sukma iseng-iseng membuka instagram dalam kotak pencarian Sukma menulis nama Dinda tetapi hasilnya nihil tidak ada satupun yang menyerupai paras cantik Dinda, lalu Sukma memasukan ponsel nya ke tas slempang yang ia sering bawa ke kampus, dia jarang memakai ransel seperti mahasiswa lainnya Sukma lebih nyaman pakai tas slempang ini dengan produk buatan Indonesia.
Penumpang angkot satu persatu turun dan Sukma penumpang terakhir yang turun sesampainya di depan gerbang kampus, Sukma duduk dulu di trotoar jalan yang ada kursinya, jugaan ini masih sangat pagi jadi belum pada datang mahasiswa di kampus ini. Rasa penasaran Sukma semakin kuat dia berharap segera bisa bertemu dengan Dinda, ntah apa yang membuat Sukma terus-terusan  memikirkan  Dinda. Setelah menunggu lama di trotoar samping gerbang kampus, Sukma lalu masuk ke halaman kampus dan berjalan ke kantin untuk sarapan maklum tadi Sukma tak sempat makan nasi uduk di tempat biasa Sukma sarapan. Di kantin Sukma bertemu dengan Adi mahasiswa jurusan hukum yang dulu pertama kali Sukma kenal waktu awal masuk kampus ini.
Eh di apa kabar lo? 
Kabar baik ma, lo sekarang tinggal dimana?
Gua ngekos di daerah Antasari, main-main lah ke kosan gua 
Oke siap ntar kalo ada waktu luang gua main ke kosan lo, gua bosen dikosan sendirian.
Yaudah kalo mau maem kabari gua nanti.
Lo mau sarapan disini juga ma?
Iya tadi pagi gua gak sempet sarapan di kosan.

Yaudah gua tinggal duluan ya di ada jam gua. 
Sukma lalu menuju ke kelas untuk mengikuti perkuliahan, setalah perkuliahan selesai Sukma langsung pulang ke kosan dan tidak mencari Dinda lagi. Kalau jodoh pasti nanti ketemu kok “ujar
Sukma sambil tersenyum” Tumben banget angkot depan kampus sepi Sukma kembali dulu duduk di samping gerbang kampus, sambil main ponsel menunggu angkot yang mengantarkan dia datang. Tak butuh lama angkot nya datang dan Sukma langsung naik dan duduk di dekat pintu kota ini panas
sekali jadi Sukma memilih duduk deket pintu. Karena udah sangat ngantuk Sukma tidur di kosan sambil menghidupkan kipas di mejanya. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menunggu Seseorang Yang Tepat"

Posting Komentar