Persepsi Orang Yang Salah Menilai Pendaki Gunung Itu Hanya Buang Buang Waktu



Iya kali ini saya akan cerita sedikit mengenai kisah saya dan pengalaman kemaren mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur, dan pendakian saya kemaren itu merupakan pendakian perdana untuk saya dan yang saya pilih langsung Gunung yang tinggi yang masuk ke dalam seven summit Indonesia tentu gak sembarangan orang yang bisa kesana banyak persiapan sebelum kesana pengetahuan tentang medan atau track di saya wajib diketahui sebelum berangkat. Alhasil saya gagal sampai ke Puncak Mahameru dan teman saya yang juga melakukan pendakian perdananya juga gagal.

Memang gunung bukan tempat untuk main, banyak sekali resiko yang harus kalian tanggung nantinya mulai dari kelelahan karena tak biasa jalan kaki jauh, mengendong tas yang beratnya lebih dari 20 kg dan keadaan cuaca yang bisa saja membuat pendakian kalain jadi gagal atau tidak sesuai dengan rencana. Nah dari kegagalan kemaren saya bisa lebih belajar tentang menghargai tentang waktu yang bisa saya gunakan untuk mendaki, jujur saja setelah melakukan pendakian mulai dari badan saja dan juga pikiran saya jadi lebih fresh, dan juga bisa mengatur emosi yang kadang-kadang sulit untuk saya kendalikan. Mendaki gunung juga melatih kesabaran kita seberapa kuat kita untuk menghadapi sebuah masalah tetapi kita bisa mengatasinya tanpa emosi atau marah marah kepada orang lain atau bahkan ke diri sendiri, dan rasanya menghemat makanan itu sangat penting untuk di gunung beda ketik kita sedang di rumah atau di kost yang sering membuang makanan.

Pengalaman itu semua bisa menjadi acuan kita dalam mencapai masa depan yang kita butuhkan tentang bertahan hidup dan bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang bukan disiplin ilmu yang kita dapatkan di perguruan tinggi. Coba deh sebelum menilai orang yang suka mendaki itu tidak selalu membuang buang waktu yang tidak guna dan menghabiskan uang saja. Setelah kalain bisa menaklukan diri sendiri dan bisa mencapai puncak yang itu bonus setelah kalian berjuang bertahan dalam kesusahan, kalian akan selalu bersyukur dengan keadaan dan menjadi orang yang mempunyai tekad kuat untuk mencapai masa depan dengan peluang yang ada kalian tidak pernah putus asa karena tidak bisa mencapai yang kalian inginkan, dan tidak patah semangat untuk kembali berjuang lagi yang nantinya kalian bisa berada dia atas sepeti puncak gunung dengan segala keindahan yang ada disana bisa kalian syukuri. Masa muda berati harus bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri tetapi mencari sebuah pengalaman yang nantinya bisa di kembang akan di masa kita menghidupi keluarga kita. Jangan takut untuk menghabiskan uang untuk mencari pengalaman tetapi takut lah kalau mempunyai uang hanya disimpan di rumah dan tidak untuk apa apa.

Pesan saya dimasa para teman teman yang belum pernah merasakan berdiri di atas awan dan menikmati secangkir kopi di temani udara dingin yang membuat rindu. Kalau sudah tua nanti udah punya uang sendiri kalian tidak bisa menikamti keindahan yang Tuhan ciptakan untuk kalian.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persepsi Orang Yang Salah Menilai Pendaki Gunung Itu Hanya Buang Buang Waktu"

Posting Komentar